Latest Post

'3SUM', Tiga Rasa Dalam Satu Film

Written By RadioBGFM Indramayu on 05 February 2013 | 5.2.13


Fitur omnibus mulai marak tiga tahun belakangan ini di ranah perfilman lokal. Model film tersebut digunakan oleh sutradara-sutradara muda sebagai media menunjukkan pesona mereka.

3SUM adalah salah satu film yang memanfaatkan fitur ini. Bedanya, jika pada film sejenis memiliki satu benang merah atau genre, 3SUM memilih jalannya sendiri dengan menampilkan 3 genre dalam satu wadah.

Segmen pertama merujuk pada kata kematian besutan Witra Asliga dan Andri Cung: Insomnights. Mengisahkan Morty yang menderita insomnia akut. Sebagai thriller, apa yang ditawarkan Insomnights tidak begitu spesial. Twist yang disajikan jelas makanan lama bagi penyuka genre ini.

Namun yang menjadi soal adalah pemaparan filmnya yang cenderung bertele. Witra selaku penulis naskah lebih sibuk pada penderitaan karakter utama hingga melupakan sub plot yang harusnya bisa digali lebih dalam.

Segmen kedua bertajuk Rawa Kucing yang memakai elemen drama percintaan. Film arahan Andri Cung ini terlihat lebih rapi, detail dan bernas. Akan mudah jatuh cinta pada jalinan kisahnya yang bersetting pada tahun 80-an.

Wajar bila segmen kedua ini nampak lebih matang. Karena kepiawaian Andri sudah terbukti lewat beberapa film pendek seperti PAYUNG MERAH, MANTAN hingga BUANG.

Terakhir ada Impromptu yang menawarkan genre action. Meski terdapat kekurangan minor pada editing dalam penceritaannya, film besutan William Chandra ini mampu menutup aksinya dengan cukup menghibur meski jauh dari sempurna.

Lihat saja duet Hannah Al Rashid dan Dimas Argoebie yang benar-benar memukau saat dituntut beradegan fighting melawan polisi gadungan. Berharap akan ada versi panjang dengan eksekusi yang tak kalah.

Well, setiap segmen memang menawarkan kurang dan lebihnya masing-masing. Namun 3SUM tetaplah sebuah film yang patut diapresiasi. Berharap setelah ini ketiga sutradara mampu membuat film mandiri yang lebih baik lagi.

'NIGHTMARE SIDE', Kisah Seram Dari Radio


Nightmare Side adalah sebuah program radio fenomenal di Ardan Radio, Bandung, yang mengudara sejak tahun 1992. Setelah merambah dalam bentuk buku, kini acara tersebut dibuat versi film layar lebar dengan fitur omnibus.

NIGHTMARE SIDE garapan Intan R Mutiaz ini dibagi dalam 3 segmen horor berdasarkan kisah nyata yang pernah diperdengarkan dalam acara tersebut.

Film dibuka dengan kisah Echi, cewek kuliahan yang diganggu arwah seorang pria. Setelah itu segmen berpindah pada cerita seorang pria muda yang diikuti sosok hantu wanita usai menonton film di bioskop hingga hantu bergaun merah yang meneror dua sahabat saat mendengarkan acara radio Nightmare Side pada malam hari.

Cukup menyenangkan saat tahu bahwa NIGHTMARE SIDE adalah tipe horor yang murni horor. Tidak seperti horor kekinian yang cenderung bergeser menjadi horor seks yang menjual lekuk tubuh para pemain atau horor komedi yang seringkali kedua unsur tersebut tak pernah berjalan dengan sukses, baik membuat tertawa ataupun menakuti.

Secara perlahan tapi pasti, film yang naskahnya ditulis oleh Dimas Tri Adityo ini mampu memberikan teror, ketegangan demi ketegangan, dengan intensitas yang terjaga dari awal hingga akhir.

Ending dalam setiap segmen memang cenderung tak berakhir pada sebuah konklusi. Namun hal itu mampu terlihat wajar karena setiap pertanyaan memang tak selalu harus mempunyai jawaban.

Sayangnya, tata musik film ini sangat mengganggu. Musik hadir hampir tanpa jeda dan tak memiliki sinergi dengan jalinan kisahnya. Sehingga beberapa kali mood horor yang coba dibangun itu lenyap.

Begitu pun dengan pemaparan sang sutradara. Beberapa shot terlihat tak bernyawa, seringkali nampak asal hingga terkesan hanya memaparkan apa yang tersaji dalam naskah.

Meski begitu, dari segi menakuti, film yang dibuat dengan semangat indie ini berhasil melakukan tugasnya dengan baik.

Irfan Gabung Chonburi Demi Timnas Indonesia

Setelah resmi bergabung dengan Chonburi FC, Irfan Bachdim mengutarakan alasannya memilih melanjutkan karir di Thailand. Menurut Irfan, dirinya meninggalkan Persema Malang demi Timnas Indonesia.

"Saya memilih Thailand untuk mengembangkan kemampuan saya. Jika Persema ingin menghalangi karir saya, maka sulit untuk berkembang dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ucap Irfan lewat akun Twitter miliknya @IrfanBachdim10.

Lebih lanjut Irfan juga menjelaskan jika dirinya saat ini berstatus bebas transfer sesuai aturan FIFA. Aturan FIFA menyebutkan pemain bebas transfer jika tiga bulan tidak menerima gaji, sementara di Persema Irfan sudah tidak menerima gaji selama 8 bulan.

"Peraturan FIFA mengatakan jika setelah 3 bulan tidak menerima gaji, maka statusnya adalah bebas transfer. Saya tidak menerima gaji selama 8 bulan di Persema," lanjut Irfan.

Selama ini Irfan mengaku bersabar meski tidak menerima gaji karena dirinya cinta bermain sepakbola. Tetapi saat ini ia tidak bisa melakukan hal yang sama karena ada keluarga yang harus dinafkahinya.

Ronaldo: Sir Alex Mengajari Saya Dasar Sepakbola

Pada bulan ini Cristiano Ronaldo bertemu mantan klubnya Manchester United, ia akan ambil bagian saat Real Madrid menjalani laga 16 besar Liga Champions.

Jelang reuni emosional tersebut CR7 membuka memori masa lalunya, ia mengingat bagaimana dulunya ia dididik Sir Alex Ferguson di Old Trafford.

"Sir Alex mengajari saya dasar sepakbola. Saya datang baru berusia 18 tahun ke Inggris saat itu. Dia mengarahkan karir saya sebagaimana mestinya, dia jelas salah satu orang terpenting saya di sepakbola," ucapnya.

"Saya masih berhubungan baik dengan beliau, jelas menyenangkan bisa bersuanya lagi. Duel ini pasti bakal penuh perasaan emosional."

Pada tengah pekan depan leg perdana babak 16 besar Liga Champions digulirkan, saat itu Los Blancos bertindak sebagai tuan rumah dulu, mereka menjamu MU di Santiago Bernabeu.

9 Penyanyi Wanita Yang Butuh Penutup Dada

Menjadi penyanyi pastinya tak mudah. Apalagi penyanyi wanita. Biasanya, penyanyi yang tidak tergabung dalam band harus berusaha ekstra, misalnya terus berlatih vokal atau menggunakan koreografi agar enak ditonton.

Yang jadi masalah, kerap kali gerakan yang terlalu bersemangat membuat pakaian yang berfungsi menutupi bagian tubuh pribadi melorot atau terlepas. Aduh! Siapa saja yang pernah mengalaminya?
 
Support : Yudhi Harjo
Copyright © 2000. RADIO BGFM INDRAMAYU - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger