Hitmaker Studios adalah anak perusahaan Soraya Intercine Film. Merasa bosan dengan sajian horor repetitif yang selalu memaksa pocong dan kuntilanak untuk meneror penonton lagi dan lagi (walau gagal), mereka coba hadirkan sesuatu yang berbeda. Maka lahirlah RUMAH KENTANG, horor yang diklaim sebagai horor 'benar' karena tak mengumbar keseksian seperti horor lain. Benarkah?
Film besutan terbaru Jose Purnomo ini berkisah tentang Farah (Shandy Aulia) yang terpaksa pulang ke Indonesia setelah mendengar kabar bahwa Ibunya meninggal dunia. Sontak kepulangan tersebut membuat hidupnya berubah. Karena selain harus melepas kuliahnya di Melbourne, Farah juga harus merawat Rika (Tasya Kamila), sang adik yang trauma akibat kecelakaan yang tewaskan ibu mereka.
Untuk menghemat biaya hidup, Farah dan Rika tinggal di sebuah rumah warisan yang lama tak ditempati. Beredar kabar bahwa rumah tersebut adalah rumah kentang yang sering meneror penduduk sekitar dengan bau kentang rebus yang menyengat. Namun Farah tak percaya dan tetap menempati rumah itu sampai akhirnya mereka diteror oleh sosok anak kecil yang siap-siap mengancam nyawa.
Berhasil menjadi horor 'benar'? Bisa dibilang, ya, walau tak sempurna. RUMAH KENTANG yang disutradarai oleh Jose Purnomo hanya sukses menjadi horor kejut tanpa sekalipun berhasil menakuti.
Senada dengan trilogi PULAU HANTU yang seri ketiganya beredar awal Tahun ini, Jose belum menampilkan sesuatu yang baru. Dia hanya sibuk tampilkan gambar cantik khas video klip serta beberapa kali vertigo shot. Bahkan klaim horor 'benar' tak sepenuhnya benar karena sutradara JELANGKUNG tersebut meminimalisir unsur seksi yang ada.
Selain gagal menakuti, film ini sedikit terganggu oleh kontinuitas yang tak runut. Banyak adegan tiba-tiba hadir tanpa alasan kuat hanya untuk meningkatkan tensi ketegangan yang dibangun berdasar scoring berlebihan. Karena scoring tersebut kadang datang tak sesuai tempat.
Riheam Junianto, penulis langganan Soraya, juga seperti kekurangan ide dalam memberi dialog yang bernas di sela struktur haunted house klise. In fact Riheam bisa menggali lebih banyak kengerian daripada hanya tempel rule horor.
Well, RUMAH KENTANG memang tak sempurna sebagai horor 'benar' yang menakuti tanpa harus terlihat seksi. Tapi film ini berhasil membuat penonton terkejut secara tepat. Jadi yang sekedar ingin just for fun merasakan pacuan jantung, silahkan tonton karena film ini akan membuatmu lompat dari kursi karena kaget dengan beberapa adegan.
Andai saja segala lininya bisa lebih dimatangkan lagi, I mean tidak diburu waktu untuk tayang, RUMAH KENTANG akan menjadi salah satu horor 'benar' yang benar. At least, usaha Jose kembalikan horor berkualitas patut kita apresiasi.